Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia
Posisi Anda : Hari ini : Kamis, 13 Desember, 2018

Sering berdebar-debar pertanda terkena FA


Kamis, 5 November, 2009

J A KARTA—Masyarakat ha¬rus hati-hati jika sering berde¬bar-debar, sesak nafas, pusing, mudahletih atau nyeri di bagian dada. Sebab, biasjadi itu pertanda terkena gangguan irama jantung atau Fibrilasi Atrium'(FA). Di Indo¬nesia prevalensi penyakit ini banyak ditemukan. Mendiagnostik penyakit ini pun sangat mudah hanya dengan pemeriksaan fisik sederhana oleh dokter umum.
"Data epidemioiogis dari. hasil penelitian menyebutkan angka kejadian FA akan me¬ningkat dengan meningkatnya usia. Satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri populasi geoatrik juga semakin meningkat di Indonesia," jelas Guru Besar Tetap Penya¬kit Dalam FKU1-, Prof. Dr. Sjaharuddin Harun, kemarin.
Saat ini, katanya, diperkira-kan populasi tersebut akan mencapai 11,39 persen atau 28 juta orang di Indonesia pada tahun 2020 nanti. Dari studi selama 22 tahun di Negara Barat didapatkan kelompok yang menderita gangguan ira¬ma jantung ini 2,1 persen pria dan 1,7 persen wanita. Kelompok usia paling banyak didapatkan gangguan ini antara 65-85 tahun..
Menurut dia, semakin bertambah usia, katanya, sema¬kin meningkat presentase ke¬jadian FA yailu 79 persen pada usia 65-85 tahun dan 84 persen pada usia di atas 85 ta¬hun. Sedangkan data di ruang. perawatan koroner intensif RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta menunjukan 6,72 persen pasien mengaia-mi FA.Di antaranya 4,7 per¬sen pasien dengan infark miokard akut (scran gan jantung). "Penyebab FA lain yang ju¬ga sering ditemukan adalah penyempitan katup mitral jan¬tung (Mitral Stenosis) dan gangguan fungsi hermonetiroid/kelenjar. gondok. Hal penting yang harus diwaspadai apabila kejadian ganggu¬an irama jantung ini meningkat adalah risiko yang dapat ditimbulkannya," tegasnya.
Salah satu risiko yang paling penting tandasnya dapat berakibat fatal yaitu strok tromboembolik. Fasien dengan gangguan irama jantung Fibrilai Atrial memiliki risiko keja¬dian strok 5 kali lipat dibandingkan populasi dengan irama jantung yang normal.

HARIAN TERBIT RABU, 18 JULI 2007
 



Berita Lainnya

Rab, 11 Nov, 2009
TATA LAKSANA PASCA SINDROM KORONER AKUT

Daulat Manurung, Ryan Ranitya Divisi Kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pendahuluan Fase akut dari SKA umumnya sekitar 2 bulan. Risiko program jadi infark akut (MI) atau risiko timbulnya rekuren MI atau kematian pada periode ini sangat tinggi. ...

Detail


Rab, 11 Nov, 2009
STENOSIS AORTA

Marulam M. Panggabean Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta Etiologi Kalsifikasi senilis ,penyakit jantung rematik,aorta bikuspid dan kelainan kongenital lainnya merupakan etiologi paling sering. Di negara maju, etiologi tersering adalah kalsi ...

Detail


Rab, 11 Nov, 2009
ANTIPLATELET DALAM PENGOBATAN SINDROM KORONER AKUT

Hanafi B Trisnohadi Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta Sindrom koroner akut (SKA) disebabkan karena pembuluh koroner tersumbat oleh trombus yang timbul akibat ruptur plak. Bila pembuluh koroner tersumbat total akan terjadi infark jantung akut ...

Detail

Stroke dan Jantung Pembunuh Nomor Satu di Indonesia
Kam, 5 Nov, 2009
Stroke dan Jantung Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Konferensi Pers The 9th National Brain & Heart Symposium 26-27 Maret 2009 Hotel Planet Holiday Batam, KETUA Umum PB IDI, Fahmi Idris (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai membuka 9th National Brain dan Heart Symposium di Hotel Planet Holiday Batam, Kamis (26/3). BATAM (BP) - Risiko p ...

Detail