Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia
Posisi Anda : Hari ini : Kamis, 13 Desember, 2018

ANTIPLATELET DALAM PENGOBATAN SINDROM KORONER AKUT


Rabu, 11 November, 2009

Hanafi B Trisnohadi
Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI
RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Sindrom koroner akut (SKA) disebabkan karena pembuluh koroner tersumbat oleh trombus yang timbul akibat ruptur plak. Bila pembuluh koroner tersumbat total akan terjadi infark jantung akut (STEMI=ST
elevation myocardial infarction), tetapi bila sumbatan tidak total akan terjadi angina tak stabil atau infark tanpa elevasi ST segmen (N-STEMI= Non ST elevation myocardial infarction).
Dalam pembentukan thrombus tadi peran aktivasi platelet dan agregasi platelet sangat penting. Oleh sebab itu dibutuhkan obat  antiplatelet untuk menghambat aktivasi dan agregasi platelet  dalam pengobatan SKA, demikian pula untuk pasien2 yang membutuhkan tindakan percutaneous coronary intervention (PCI).
Aspirin merupakan obat antiplatelet pilihan pertama untuk pengobatan SKA, dimana dianjurkan untuk diberikan pada pasien SKA untuk seumur hidup. Bila pasien tidak tahan aspirin maka dianjurkan untuk diganti dengan clopidogrel.
Tambahan obat clopidogrel bersama dengan aspirin dapat mengurangi kejadian kardiovaskuler seperti infark jantung, strok, kematian mendadak seperti telah dikemukakan pada beberapa studi klinis seperti CLARITY, CURE, COMMIT, CREDO dll.
Dalam studi Clarity telah diberikan clopidogrel pada pasien infark jantung akut yang telah mendapat terapi fibrinolitik  bersama aspirin dan heparin dalam 12 jam, hasilnya menunjukkan adanya pengurangan sumbatan pembuluh darah, kematian dan infark sebesar 36% (p=0.00000036), sedangkan dalam pemantauan 30 hari didapatkan pengurangan kematian kardiovaskular, infark dan iskemi berulang sebanyak 20%.(p=0.026)
Dalam studi PCI-CLARITY , tambahan clopidogrel  pada kasus yang mendapat sten,  dapat mengurangi infark, strok dan kematian kardiovaskuler sebesar 41%. (p=0.001)
Dalam  Clarity ambulance substudy, clopidogrel telah dimulai diberikan sejak didalam ambulans dan hasilnya waktu iskemi lebih pendek  dan didapatkan reperfusi jantung yang lebih cepat dan lebih baik.
 Studi COMMIT menunjukkan clopidogrel 75 mg yang ditambahkan pada obat standar infark dapat mengurangi kejadian kardiovaskuler  9% ( 2p=0.002) dan mengurangi kematian 7% ( 2p=0.03)
Studi CURE yang meneliti pemberian clopidogrel yang ditambahkan pada obat standar untuk pasien angina tak stabil dan NSTEMI menunjukkan tambahan clopdogrel dapat menurunkan kematian kardiovaskuler, infark dan strok sebesar 20% dalam setahun ( p<0.001), penurunan tersebut sudah dimulai dalam pemantauan 30 hari pertama.
 Dalam studi klinis mengenai terapi SKA, pemberian obat antiplatelet diberikan bersama dengan obat standar yang biasa seperti nitrate , betabloker dll. Dalam semua studi  clopidogrel yang dipakai ialah plavix dan bukan clopidogrel generic. Pada guidelines AHA/ACC dianjurkan diberikan clopidogrel bersama aspirin pada pasien2 SKA, untuk paling sedikit satu bulan, dan dapat diberikan sampai 9 bulan.
Aspirin juga dianjurkan diberikan seumur hidup pada pasien PCI. Pemberian aspirin bersama clopidogrel dianjurkan untuk pasien yang akan dilakukan PCI dan pemasangan stent. Pemberian clopidogrel dianjurkan dimulai dengan  loading dose 300mg sedangkan  menurut guidelines ACC/AHA lamanya pemberian clopidogrel untuk sten tanpa obat hanya 1 bulan, sedangkan untuk sten berselaput sirolimus 3 bulan, sedangkan untuk  paklitaksel dianjurkan 6 bulan, kalau tidak ada komplikasi perdarahan untuk  sten yang berselaput obat pemberian kombinasi tadi dianjurkan untuk diberikan selama satu tahun. 
 



Berita Lainnya

Rab, 11 Nov, 2009
TATA LAKSANA PASCA SINDROM KORONER AKUT

Daulat Manurung, Ryan Ranitya Divisi Kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pendahuluan Fase akut dari SKA umumnya sekitar 2 bulan. Risiko program jadi infark akut (MI) atau risiko timbulnya rekuren MI atau kematian pada periode ini sangat tinggi. ...

Detail


Rab, 11 Nov, 2009
STENOSIS AORTA

Marulam M. Panggabean Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta Etiologi Kalsifikasi senilis ,penyakit jantung rematik,aorta bikuspid dan kelainan kongenital lainnya merupakan etiologi paling sering. Di negara maju, etiologi tersering adalah kalsi ...

Detail

Stroke dan Jantung Pembunuh Nomor Satu di Indonesia
Kam, 5 Nov, 2009
Stroke dan Jantung Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Konferensi Pers The 9th National Brain & Heart Symposium 26-27 Maret 2009 Hotel Planet Holiday Batam, KETUA Umum PB IDI, Fahmi Idris (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai membuka 9th National Brain dan Heart Symposium di Hotel Planet Holiday Batam, Kamis (26/3). BATAM (BP) - Risiko p ...

Detail


Kam, 5 Nov, 2009
Sering berdebar-debar pertanda terkena FA

J A KARTA—Masyarakat ha¬rus hati-hati jika sering berde¬bar-debar, sesak nafas, pusing, mudahletih atau nyeri di bagian dada. Sebab, biasjadi itu pertanda terkena gangguan irama jantung atau Fibrilasi Atrium'(FA). Di Indo¬nesia prevalensi penyakit ini banyak ditemukan. Mendiagnosti ...

Detail