Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia
Posisi Anda : Hari ini : Kamis, 13 Desember, 2018

Stroke dan Jantung Pembunuh Nomor Satu di Indonesia


Stroke dan Jantung Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Kamis, 5 November, 2009

Konferensi Pers
The 9th National Brain & Heart Symposium
26-27 Maret 2009 Hotel Planet Holiday Batam,

KETUA Umum PB IDI, Fahmi Idris (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai membuka 9th National Brain dan Heart Symposium di Hotel Planet Holiday Batam, Kamis (26/3).

BATAM (BP) - Risiko penyakit jan¬tung dan stroke yang merupakan pen¬yakit pembunuh nomor satu di hampir seluruh negara di dunia termasuk In¬donesia dapat disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya faktor yang pal¬ing berpengaruh adalah hipertensi. Risiko penyakit jantung dan stroke ini bisa dicegah dan dikontrol dengan langkah seperti memperbaiki gaya hidup serta pengobatan. Kedua peny¬akit ini saling berkaitan erat, dalam istilah medis disebut Kardioserebrovaskular.
Berbagai upaya pencegahan dan pen¬gobatan penyakit jantung dan stroke sangat penting dalam peningkatan pelayanan kesehatan nasional. Dengan alasan inilah Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia (IKKI) didukung oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengadakan 9th National Brain dan Heart Sym¬posium di Hotel Planet Holiday Batam, 26-27 Maret 2009.
Acara yang diikuti sekitar 350 peserta yang sebagian besar merupakan dokter umum di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan profesi para dokter serta petugas kese¬hatan agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya untuk penyakit jantung dan stroke. “Jadi para dokter yang bukan dokter ahli Kardioserebrovaskular juga bisa menangani dengan profesional pasien yang mengalami penyakit jantung dan stroke," kata Fahmi Idris, Ketua Umum PB IDF yang membuka symposium ini, kemarin.

Yang menggembirakan, di Indone¬sia saat ini sudah mulai dikembangkan terapi yang bisa menyembuhkan penyakit stroke secara total. "Masyarakat apabila terkena stroke harus segera ke rumah sakit untuk mencegah agar penyakit tidak semakin parah seperti pendarahan di otak," kata Yahya Kisyanto, dokter ahli Kardioserebrovaskular.
Untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan stroke ini, para dokter yang menjadi pembicara menghimbau pada masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan merokok, yang merupakan faktor penyebab terbesar pada penyakit stroke dan jantung. Selain itu, menjauhi makanan berlemak, memperbanyak makan sayur, dan buah serta rajin berolahraga, karena bisa mengurangi risiko penyakit tersebut.
Symposium ini dilakukan juga untuk meningkatkan keandalan para dokter Indonesia supaya pasien dari Indone¬sia tidak lari berobat keluar negeri. “Faktanya, banyak masyarakat Indone¬sia yang memilih berobat keluar negeri karena sistem pelayanan kesehatan di negara ini masih belum baik. Padahal, SDM dokternya sendiri dirasa cukup handal dalam penangan berbagai macam penyakit” sambung Fahmi. Dindin, ahli penyakit dalam dari Ru¬mah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sebetulnya tidak usah ragu akan pelayanan kesehatan di negeri ini, karena sebetulnya dokter di Indonesia pun mampu dan memiliki kompetensi yang sama dengan dokter dari luar negeri.
 



Berita Lainnya

Rab, 11 Nov, 2009
TATA LAKSANA PASCA SINDROM KORONER AKUT

Daulat Manurung, Ryan Ranitya Divisi Kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pendahuluan Fase akut dari SKA umumnya sekitar 2 bulan. Risiko program jadi infark akut (MI) atau risiko timbulnya rekuren MI atau kematian pada periode ini sangat tinggi. ...

Detail


Rab, 11 Nov, 2009
STENOSIS AORTA

Marulam M. Panggabean Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta Etiologi Kalsifikasi senilis ,penyakit jantung rematik,aorta bikuspid dan kelainan kongenital lainnya merupakan etiologi paling sering. Di negara maju, etiologi tersering adalah kalsi ...

Detail


Rab, 11 Nov, 2009
ANTIPLATELET DALAM PENGOBATAN SINDROM KORONER AKUT

Hanafi B Trisnohadi Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta Sindrom koroner akut (SKA) disebabkan karena pembuluh koroner tersumbat oleh trombus yang timbul akibat ruptur plak. Bila pembuluh koroner tersumbat total akan terjadi infark jantung akut ...

Detail


Kam, 5 Nov, 2009
Sering berdebar-debar pertanda terkena FA

J A KARTA—Masyarakat ha¬rus hati-hati jika sering berde¬bar-debar, sesak nafas, pusing, mudahletih atau nyeri di bagian dada. Sebab, biasjadi itu pertanda terkena gangguan irama jantung atau Fibrilasi Atrium'(FA). Di Indo¬nesia prevalensi penyakit ini banyak ditemukan. Mendiagnosti ...

Detail