Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia
Posisi Anda : Hari ini : Kamis, 13 Desember, 2018

Penanganan Jantung Perlu Holistik


Kamis, 5 November, 2009

JAKARTA, KOMPAS - Sebagian besar penderita penyakit jantung koroner mengalami masalah kesehatan lain, terutama hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes. Oleh karena itu, penanganan masalah jantung perlu pendekatan holistik dengan pencegahan primer dan pengurangan faktor risiko.
"Kemajuan teknologi kedokteran harus sinergi dengan pelayanan yang holistik," kata Ketua Pengurus Besar Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia Prof.Lukman Ha¬kim Makmun, dalam jumpa pers simposium "Pendekatan Holistik Penyakit Kardiovaskular VIII, Jumat (10/7) di Jakarta.
Prof.Zubairi Djoerban, Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, menjelaskan, masyarakat hendaknya diheri pemahaman tentang bahaya serangan jantung dan pen¬cegahan sejak dini. Oleh karena itu, peran pusat kesehatan ma¬syarakat diperlukan untuk mengedukasi masyarakat agar hidup sehat, antara lain, dengan berhenti merokok, aktivitas fisik secara rutin, dan pola makan sehat.
Upaya itu hisa mengurangi jumlah pasien yang menderita sakit jantung sehingga beban biaya perawatan penyakit jantung di rumah sakit bisa ditekan. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang memandang manusia se¬cara utuh diperlukan dalam pencegahan primer berupa promosi, edukasi, pengurangan faktor ri¬siko, sampai penerapan teknologi mutakhir, seperti sel punca.
Pendekatan holistik dinilai amat penting dalam pengobatan kelainan jantung. Itu karena pen¬derita kelainan jantung kebanyakan mengalami komplikasi, misalnya, hipertensi, gangguan ginjal, dan penyakit darah. "Se-banyak 60 persen dari penderita jantung adalah penyandang dia¬betes, hipertensi, dan ginjal," kata ahli jantung dr.Marulam M Pang-gabean, pengurus IKKI.
Ketua PB Persatuan Ahli Pe-nyakit Dalam Indonesia dr.Aru W Sudoyo menambahkan, pe¬nanganan kelainan jantung tidak bisa dipisahkan dari sistem organ dalam tubuh secara keseluruhan. Hal itu karena semua organ tu¬buh itu saling terkait. Sebagai contoh, kelebihan darah. dalam tubuh bisa menimbulkan penya¬kit jantung.
Pendidikan
Marulam menjelaskan, pendekatan holistik dalam penanganan jantung perlu dimasukkan dalam pendidikan kedokteran. Jadi, materi pencegahan primer dan sekunder juga diberikan kepada pa¬ra mahasiswa kedokteran. "Pen¬cegahan itu diperlukan agar pa¬sien tidak lagi. mengalami. se¬rangan jantung. Sekitar 90 per¬sen dari' pasien menganggap ti¬dak mungkin kembali mengalami serangan jantung," ujarnya.
Dalam pemerintahan mendatang, Zubairi berharap agar pembangunan kesehatan mengombinasikan usaha preventif dan kuratif. (EVY)

KOMPAS, SENIN, 13 JULI 2009



Berita Lainnya

Rab, 11 Nov, 2009
TATA LAKSANA PASCA SINDROM KORONER AKUT

Daulat Manurung, Ryan Ranitya Divisi Kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pendahuluan Fase akut dari SKA umumnya sekitar 2 bulan. Risiko program jadi infark akut (MI) atau risiko timbulnya rekuren MI atau kematian pada periode ini sangat tinggi. ...

Detail


Rab, 11 Nov, 2009
STENOSIS AORTA

Marulam M. Panggabean Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta Etiologi Kalsifikasi senilis ,penyakit jantung rematik,aorta bikuspid dan kelainan kongenital lainnya merupakan etiologi paling sering. Di negara maju, etiologi tersering adalah kalsi ...

Detail


Rab, 11 Nov, 2009
ANTIPLATELET DALAM PENGOBATAN SINDROM KORONER AKUT

Hanafi B Trisnohadi Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta Sindrom koroner akut (SKA) disebabkan karena pembuluh koroner tersumbat oleh trombus yang timbul akibat ruptur plak. Bila pembuluh koroner tersumbat total akan terjadi infark jantung akut ...

Detail

Stroke dan Jantung Pembunuh Nomor Satu di Indonesia
Kam, 5 Nov, 2009
Stroke dan Jantung Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Konferensi Pers The 9th National Brain & Heart Symposium 26-27 Maret 2009 Hotel Planet Holiday Batam, KETUA Umum PB IDI, Fahmi Idris (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai membuka 9th National Brain dan Heart Symposium di Hotel Planet Holiday Batam, Kamis (26/3). BATAM (BP) - Risiko p ...

Detail